Social Network

Teknik Pemasangan Atap Kaca

Teknik Pemasangan Atap Kaca

Berikut 7 Cara untuk teknik pemasangan atap

1.Tentukan desain kanopi yang Anda inginkan. Sebaiknya, desain tersebut sesuai dengan konsep utama rumah dan dana yang Anda miliki.  Kemudian, gunakan jenis kaca tempered, setebal 10mm. Pilihan lain, kaca tempered  dan laminated, dengan ketebalan masing-masing sisi, 5mm +  mm

2.Ukur lebar dan tinggi jendela atau pintu yang Anda hendak pasang kanopi. Dari hitungan itu, Anda dapat membuat ukuran kanopi yang pas. Sebaiknya lebihkan ukuran lebar dan panjang, minimal 10cm. Misalnya, jika lebar jendela 40cm maka ukuran lebar kanopinya 60cm.  dengan catatan kanopi ini untuk sebagai penutup atas jendela dan pintu atau biasa di sebut markis

3.Sedangkan untuk pemasangan di carport adalah dengan mengukur panjang dan lebar area carport yang akan di pasang.

4.Pasang rangka kanopi pada dinding bagian atas jendela. Gunakan bahan rangka yang kuat dan tak mudah berkarat. Misalnya, bahan besi hollow  yang di-coating antikarat dan dicat. Begitu pula, jika bahannya, kayu lakukan coating  antirayap.

5.Pastikan pengikat rangka menggunakan sekrup atau dinabolt  yang kuat. Kalau memang perlu, pasang dinabolt secara rangkap agar kokoh dan tak mudah lepas.

6.Anda juga perlu memastikan pemasangan kaca dengan benar. Misalnya, beri lubang pada kaca sebelum dipasang sekrup ke rangka. Agar tidak mudah bocor, bekas lubang diberi klep atau sealant. Fungsi sealant juga untuk membuat kaca tidak mudah bergeser.

7.Untuk mengurangi kesalahan maka konsultasikan kepada kontraktor canopy kaca atau sekedar sharing dari bahan dan kaca yang tepat untuk menghindari kesalahan di kemudian  hari.

Canopy Kaca Laminated Pak Purwanto 1

Persiapan dalam teknik pemasangan atap kaca adalah :

 

  1. LINGKUP PEKERJAAN
  2. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna.
  3. Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam detail gambar.

 

  1. PERSYARATAN BAHAN
  2. Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya mempunyai ketebalan yang sama, mempunyai sifat tembus cahaya, dapat diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya, tarik, gilas dan  pengambangan (float glass).
  3. Toleransi lebar dan panjang

Ukuran panjang dan lebar tidak  boleh melampaui toleransi seperti yang ditentukan oleh pabrik.

  1. Kesikuan

Kaca lembaran  yang  berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi  potongan yang  rata dan  lurus,  toleransi  kesikuan  maximum  yang diperkenankan adalah 1,5 mm per meter.

  1. Cacat-cacat

-   Cacat-cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai ketentuan dari pabrik.

-   Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang berisi gas yang terdapat pada kaca).

-   Kaca yang digunakan harus bebas dari komposisi kimia yang dapat mengganggu pandangan.

-   Kaca harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah baik sebagian atau seluruh tebal kaca).

-   Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar ke arah luar/ masuk).

-  Harus bebas dari benang (string) dan gelombang (wave) benang adalah cacat garis timbul yang tembus  pandangan, gelombang  adalah permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan.

-   Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).

-   Mutu kaca lembaran yang digunakan mutu AA.

-   Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui toleransi yang ditentukan oleh pabrik. Untuk ketebalan kaca 3 mm.

  1. Bahan Kaca

-   Bahan kaca dari jenis Clear Glass dan kaca polos/ buram dengan ketebalan 3 mm harus sesuai SNI 0047-1989-A.Digunakan setaraf produk PT. ASAHI MAS.

  1. Semua bahan kaca sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.

 

  1. PELAKSANAAN
  2. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat pekerjaan dalam buku ini.
  3. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.
  4. Semua bahan yang telah terpasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
  5. Bahan yang terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan, dan diberi tanda untuk mudah diketahui, tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur. Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan menggunakan lem aci.
  6. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat-alat pemotong kaca khusus.
  7. Pemotongan kaca harus disesuaikan ukuran rangka, minimal 10 mm masuk kedalam alur kaca pada kusen.
  8. Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan menggunakan cairan pembersih kaca.
  9. Hubungan kaca dengan kaca atau kaca dengan material lain tanpa melalui kusen, harus diisi dengan lem silikon warna transparan cara pemasangan dan persiapan-persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan pabrik.
  10. Kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak diperkenankan retak/ pecah, dan bebas dari segala

noda dan bekas goresan.

kami siap untuk konsultasi karena perusahaan kami hanya bergerak dalam bisang canopy kaca.

 

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *